HEADLINES
Memaknai Perayaan Paskah 2012

Sebuah pepatah bijak dalam bahasa Latin dari St. Agustinus mengatakan: Bene Cantat Bis Orat, artinya: menyanyi dengan baik sama dengan berdoa dua kali. Maka memaknai Perayaan Paskah ini, baiklah kita bernyanyi dengan baik dan merenungkan lagu: INDAH RENCANAMU TUHAN.
Indah rencanaMu Tuhan, di dalam hidupku Walau 'ku tak tahu dan 'ku tak mengerti semua jalanMu Dulu 'ku tak tahu Tuhan, berat kurasakan Hati menderita dan [ ... ]
| Artikel Terbaru Lainnya |
Renungan Minggu HARI MINGGU BIASA XXVI/A
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Mat 21:31)
Langkah awal pertobatan adalah kesadaran diri. Kesadaran dan pengakuan akan kesalahan akan membawa kita pada perbaikan dan pembaharuan hidup. Langkah ini menjadikan diri kita peka akan semua perbuatan dosa. Sehingga, kita dibawa kepada hidup yang lebih baik dan mendalam. Kesadaran bahwa hidup kita belum baik memampukan kita untuk berusaha untuk terus maju. Kita pun akan selalu ber"metanoia": berubah terus menerus ke arah yang lebih baik dan lebih baru. Sebaliknya, kalau kita merasa dan yakin bahwa diri kita tidak berdosa, sebenarnya kita mulai berhenti di dalam langkah hidup. Matius 21:28-32 mengajak kita untuk selalu sadar akan kelemahan diri kita, menyesalinya, dan berusaha untuk maju dan hidup dengan lebih baik.
Alkitab
K O N K O R D A N S I
Katekismus
KATEKISMUS GEREJA KATOLIK |
|
|
|
|
Written by Rm. Danang
|
|
Friday, 13 April 2012 12:16 |
|
Sebuah pepatah bijak dalam bahasa Latin dari St. Agustinus mengatakan: Bene Cantat Bis Orat, artinya: menyanyi dengan baik sama dengan berdoa dua kali. Maka memaknai Perayaan Paskah ini, baiklah kita bernyanyi dengan baik dan merenungkan lagu: INDAH RENCANAMU TUHAN.
Indah rencanaMu Tuhan, di dalam hidupku Walau 'ku tak tahu dan 'ku tak mengerti semua jalanMu Dulu 'ku tak tahu Tuhan, berat kurasakan Hati menderita dan 'ku 'tak berdaya menghadapi semua
|
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 13 April 2012 10:53 |
|
Allah Bapa kami, Engkau telah mempersatukan kami dalam Gereja-Mu berkat Yesus Putra-Mu.
Dengan Kuasa Roh Kudus-Mu, Engkau menjadikan Gereja sebagai paguyuban pemberdayaan.
Berkenanlah Engkau memberkati paguyuban ini, agar mampu memperkuat iman, mengembangkan komunitas basis Gerejawi dan manusiawi, memperhatikan kaum muda, memberdayakan yang lemah dan tersingkir dan melakukan dialog dengan sesama yang berkeyakinan lain, sehingga paguyuban kami dapat mewujudkan diri sebagai tanda hadirnya Kerajaan-Mu.
Jadikanlah arah haluan keuskupan sebagai fokus perhatian setiap gerak langkah pastoral kami.
Khususnya dalam hal: menjadikan iman berakar, hidup dan dewasa; mengembangkan paguyuban yang dinamis dalam kerjasama dan saling melengkapi serta menyelenggarakan karya kerasulan pendidikan yang setia pada ciri khas katolik tanpa melupakan yang terlantar dan tersingkir.
|
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 13 April 2012 09:52 |
|
CU Artha Swadaya sekarang ini sudah semakin dikenal oleh warga masyarakat mulai dari Kemranjen hingga Kutowinangun, dari Karanggayam hingga sepanjang Pantai Selatan. Sepanjang tahun 2011, jumlah anggota CU Artha Swadaya bertambah sebanyak 435 orang. Sehingga di akhir bulan Desember 2011, jumlah total anggota CU Artha Swadaya mencapai 1.189 orang. Hal ini membuktikan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap CU Artha Swadaya meningkat pesat Yang lebih menggembirakan lagi, kesadaran calon anggota untuk datang mendaftarkan diri menjadi anggota persentasenya jauh lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
|
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 15 January 2012 09:15 |
|
"Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, Jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea, wilayah Bangsa-bangsa lain, - Bangsa yang diam dalam kegelapan, Telah melihat Terang yang besar dan Bagi mereka yang diam di negeri yang Dinaungi maut, telah terbit Terang.” Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" (Mat 4: 12-17).
Adven adalah masa liturgi yang merayakan tema terang ilahi. Terang yang agung ini, terinkarnasi dalam diri Yesus, melawan semua jenis kegelapan, ilusi, dan ketidaktahuan. Jika anda merenungkan sejenak tentang lingkaran hidup yang alami, dunia kita pada akhirnya selalu berakhir. Dunia kandungan berakhir saat kelahiran; dunia bayi berakhir sekitar umur tiga tahun; dunia anak-anak berakhir saat masa remaja; remaja berakhir saat dewasa muda; dewasa muda berakhir saat krisis paruh baya; kemudian datang usia tua, renta dan kematian. Hidup adalah suatu proses. Pengalaman menjadi dewasa atau penurunan kekuatan fisik memaksa kita untuk melepaskan setiap periode kehidupan saat kita melewatinya. Oleh karena itu kehidupan fisik selalu memberi jalan untuk pertumbuhan selanjutnya. Maka tidak mengherankan jika Yesus mengundang kita untuk mengakhiri segala kelekatan-kelekatan emosi kita, ide-ide yang sudah terbentuk, dan nilai-nilai yang sudah tertanam di dalam diri pribadi kita.
|
|
Read more...
|
|
|